SARJANA JALANAN

Table of Contents

Karya: Tisno Kurasi: Choiril Anwar

Hidup adalah universitas tanpa dinding, di mana setiap langkah menjadi mata kuliah dan setiap pengalaman adalah ujian. “Sarjana Jalanan” adalah puisi tentang perjalanan hidup, belajar dari kerasnya jalanan, dan menemukan bimbingan sejati hanya dari Tuhan.

Sarjana Jalanan

Namaku Sarjana,

aku lahir dan besar di jalanan.

Pendidikanku mengikuti alur cerita,

mata pelajaranku datang dari Tuhan.


Walau terkadang aku bengal,

namun selalu pasrah kepada-Nya.


Namaku Sarjana,

universitasku adalah jalanan,

mata kuliahku sepanjang jalan.

Setiap yang kutemui kujadikan skripsi,

muatannya adalah kenyataan,

segala yang terjadi setiap hari

menjadi materi pelajaran.


Namaku Sarjana,

dosen pembimbingku adalah Tuhan.

Segala yang kuterima datang dari-Nya:

kadang manis,

kadang pahit,

bahkan seringkali getir.

Memang begitu seharusnya,

sebab nilai sempurna

tak pernah mudah diraih.


Namaku Sarjana,

kampusku ada di mana-mana

yang sempat kusinggahi.

Namun gelar yang kuimpikan hanyalah takwa,

pencapaian sejati jati diri.


Siang dan malam aku berdoa:

“Ya Allah ya Rabbi,

kabulkanlah niatku,

luluskanlah aku dari ujian hidup ini,

agar nilai akhirku

indah di sisi-Mu.”


Namaku Sarjana,

aku menempuh jalan hidup berliku,

penuh debu,

penuh peluh.

Namun semua tak kuhirau,

sebab aku adalah Sarjana Jalanan.


Aku hanya berharap ridha Tuhan,

dan segala urusanku

kupasrahkan kepada-Nya.


Tuban, 29 Juli 2019


Baca juga puisi:

  1. Tersingkir
  2. Tumpul di Luar, Tajam di Dalam

Posting Komentar