Manusia Jin

Table of Contents
Manusia Jin

Manusia jin…

bila tak diakui, ia merintih,

bergentayangan di lorong sunyi,

mencari nama di antara bisik angin malam.


Manusia jin…

ingin harta tinggal merebut,

menjagal di tikungan gelap,

menghisap darah dengan tawa samar.


Manusia jin…

menampakkan wajahnya di kaca bercahaya,

indah, memikat,

namun mata itu menyimpan bara.


Manusia jin…

lirih suaranya,

menggoda, menghasut,

seperti nyanyian perempuan di tepi hutan.


Ya, manusia jin…

tak pernah kenyang menggoda,

tak pernah puas menjerat jiwa.

Dan di ujung bisikannya—

terdengar desah panjang:

“Ahh… asyiknya…”


CA Tuban, 06 September 2025

Posting Komentar