Ku susuri jalan setapak itu,
membawa duka — dan sisa suka.
Kota tua itu
menyelinap lagi dalam pikiranku.
Di hari itu,
ooo… aku divonis rindu.
Merobek jantungku,
kenangan… oh, kenangan.
Remuk hatiku,
aku mendekap sunyi.
Meratap,
terpojok dalam ruang kalbu.
Posting Komentar