Merah di Ujung Fajar

Table of Contents

Fajar pecah di ufuk timur,

menumpahkan merah di langit,

putih di awan yang berarak—

pertanda janji lama telah ditebus.


Di akar bumi, darah para pendahulu

menjadi sungai yang memberi makan pohon persatuan.

Daunnya berkibar,

menjadi panji yang menari di angin kemerdekaan.


Bambu runcing menjelma pena,

menulis bab baru di kitab negeri,

sementara peluru yang dulu memisahkan nyawa

kini diganti kata yang menyatukan suara.


Namun, setiap merah butuh dijaga

agar tak pudar di hisap waktu,

dan setiap putih butuh dibasuh

agar tak ternoda oleh serakah manusia.


Merdeka bukan sekadar kata di bibir,

ia adalah bara yang harus terus dijaga

agar generasi esok tetap menemukan fajar

di bawah langit merah putih.

Posting Komentar