Gelas Kosong di Gerbang Ilmu

Table of Contents

Gerbang terbuka,

dan langkah-langkah tergesa mengalir seperti arus sungai menuju muara.

Mereka membawa secarik mimpi,

beberapa masih utuh,

sebagian lain telah diwarnai kabut yang meredupkan cahaya.

 

Di ruang-ruang sunyi,

gelas-gelas kosong menunggu—

entah diisi air hikmah,

atau sekadar angka di lembar kertas.

 

Dahan-dahan rapuh di kepala

mulai retak oleh beban tanya:

apakah ini cahaya,

atau sekadar bayang yang dipoles agar tampak indah?

 

Tholabul ‘ilmi jadi nama perjalanan,

namun kaki lebih sibuk mengejar sertifikat negeri

daripada pelita untuk diri.

Posting Komentar