Bisikan di Ambang Malam

Table of Contents


Angin datang bagai pedang,

menggores kalbu tanpa diasah,

meninggalkan luka yang memabukkan.

 

Para perindu terjerat sunyi,

mencari obat bagi luka tak kasat mata,

namun hanya menemukan doa

di antara siang dan malam yang panjang.

 

Malam itu, kekasih tanpa rupa hadir,

membawa aroma kenangan yang pekat.

Bisiknya menusuk:

"Hatimu keras, bibirmu rindu,

namun jiwamu berkhianat."

 

Bagaimana hati bisa menipu,

jika engkau selalu hadir di pintu pikiranku?

Oh kekasih, bukalah pintu—

aku telah menunggumu,

di ambang yang memisahkan bayang

dan perjumpaan.

Posting Komentar